Selasa, 16 Juni 2015

Basis Data




BASIS DATA
Pengertian Basis Data
Basis Data Menurut Beberapa Pakar
Menurut “Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Informasi adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk berbagai alasan.Dengan basisdata, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi.Setelah data disimpan, informasi harus mudah diambil.Kriteria dapat digunakan untuk mengambil informasi.Cara data disimpan dalam basisdata menentukan seberapa mudah mencari informasi berdasarkan banyak kriteria. Data pun harus mudah ditambahkan kedalam basisdata, dimodifikasi, dan dihapus”.
Menurut “Siberschatz, dkk.; (2002) mendefinisikan basisdata sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan. System manajemen basisdata (DBMS) adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data. Tujuan utama system manajemen basisdata adalah menyediakan cara menyimpan dan mengambil informasi basisdata secara mudah dan efisien”.
Menurut “Ramakrishnan dan Gehrke (2003) basisdata sebagai kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan”. Misalnya, basisdata universitas mungkin berisi informasi mengenai hal berikutnya :
1.     Entitas  seperti mahasiswa, fakultas, mata kuliah, dan ruang kuliah.
2.     Hubungan antarentitas seperti registrasi mahasiswa dalam mata kuliah, fakultas yang mengajarkan mata kuliah, dan penggunaan ruang untuk kuliah.
Menurut “McLeod, dkk., (2001) basisdata adalah kumpulan seluruh sumber daya berbasis computer milik organisasi. System manajemen basisdata adalah aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur basisdata, hubungan antardata dalam basisdata, serta sebagai formulir dan laporan yang berkaitan dengan basisdata. Basisdata yang dikendalikan oleh system manajemen basisdata adalah satu set catatan data yang berhubungan dan saling menjelaskan”.


Contoh Basis Data
Basisdata warisan (legacy database) adalah basis data yang sedang digunakan oleh sebuah perusahaan.Istilah warisan menyatakan bahwa basisdata telah dipakai selama beberapa tahun dan basisdata yang ada tidak sesuai dengan teknologi masa kini.Ketika sebuah perusahaan telah menentukan untuk merancang sebuah basisdata, basisdata yang ada dianggap sebagai basisdata warisan.
Contoh basisdata yang telah kita kenal adalah :
1.     Buku alamat
2.     Buku telepon
3.     Katalog perpustakaan
4.     Toko buku online
5.     Peta jalan
Beberapa basisdata diatas merupakan basisdata statis, sedangkan yang lainnya dinamis. Sebagai contoh, peta jalan adalah basisdata statis yang mengandung informasi seperti kota, arah, jarak, dan sebagainya. Dengan melihat sebuah peta, Anda cepat menemukan tujuan relative terhadap posisi anda sekarang.Informasi pada peta tidak berubah dalam waktu lama.Buku telepon pun merupakan basisdata statis karena informasi didalamnya hanya dicetak setiap tahun.Buku alamat adalah contoh basisdata dinamis yang banyak digunakan sehari-hari.Buku alamat merupakan basisdata dinamis karena isinya dapat diubah dengan cepat.Alamat teman baru dapat ditambahkan dan alamat teman lama dapat dihapus dengan mudah.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa basis data adalah kumpulan informasi yang disusun berdasarkan cara tertentu dan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Dengan sistem tersebut data yang terhimpun dalam suatu database dapat menghasilkan informasi yang berguna.
Dari definisi ini, terdapat tiga hal yang berhubungan dengan basis data, yaitu sebagai berikut :
1.     Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk dalam bntuk basis data (database).
2.     Simpanan permanen (storage) untuk menyimpan basis data tersebut. Simpanan ini merupakan bagian dari teknologi perangkat keras yang digunkan di sistem informasi. Simpanan yang permanen umumnya digunakan berupa hard disk.
3.     Perangakat lunak untuk memanipulasi basis datanya. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak paket perangkat lunak yang disediakan untuk memanipulasi basis data. Perangkat lunak ini disebut dengan DBMS (Data Base Management System). Contoh DBMS yang terkenal misalnya dBASE, Fox, Base, Microsoft Access, Oracle dan lain-lain. DBMS yang popular untuk mengolah basis data sekarang ini adalah RDBMS (Relational Data Base Management System). RDBMS menggambarkan field dari data dan bagian baris menunjukkan record dari data.
Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan.Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar.DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung.
Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd pada sistem operasi Unix dan Unix-like. File passwd pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang.
Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMSmempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :
1. Performa yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yangoptimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd pada sistem operasi Unix dan Unix-like. File passwd pada umumnya hanya digunakanuntuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang..
Lingkungan Basis Data
  Pengertian Sistem Basis Data
SISTEM DATABASE adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record
dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta
memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu
menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

    Komponen Utama Sistem Basis Data
1. Perangkat Keras (Hardware)
2. Sistem Operasi (Operating System)
3. Basis Data (Database)
4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Bisnis Data (DBMS)
5. Pemakai (User)
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)[2]
Komponen Utama Database

    Untuk membuat suatu database kalian harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang diperlukan dalam membuat database.
Untuk itu saya akan memberitahu komponen-komponen dasar apa saja yang dibutuhkan dalam membuat database.

Perangkat Keras ( Hardware )
    Perangkat keras yang dibuthkan dalam pengolaan database berupa komputer beserta kelengkapannya seperti monitor, memory, keyboard, mouse dan lain-lain.

Data
    Komponen yang akan diolah sehingga bernilai informasi dan dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Perangkat Lunak ( Sotware )
    Aplikasi yang digunakan untuk mengelola database misalnya Visual Basic.

Pengguna ( User )
    Pengguna atau user ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

1.    Database Manager
Modul program menyediakan antar muka ( Interves ) antara penyimpanan data tingkat rendah dalam databasedengan program aplikasi dan query yang diajukan system database.
2.    Database administrator ( DBA )
Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrol terhadap seluruh system baik data maupun program yang  mengakses data.
3.    Database User
Pemakai database berdasarkan cara berinteraksi terhadap system.
database user ini juga dibagi menjadi  beberapa macam yaitu:
    * Programer Aplikasi
Seorang prefesional computer  yang berinteraksi terhadap system Database dengan penulis program dan menggunakan Data Manipulation Language ( DML ) yang dibuat bahasa pemrograman seperti , bahasa c, pascal cobol, dll. Program – program yang dibuatnya disebut dengan program aplikasi.
    * User Mahir
Pemakai yang berinteraksi  terhadap system database menggunakan fasilitas query yang telah disediakan  oleh DBMS dan telah mahir mengggunakannya.
    * User Umum
Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system database tanpa menulis program dan query, tetapi hanya menjalankan program- program aplikasi yang dibuat oleh Programer Aplikasi.
    * User Khusus
Pemakai yang menulis aplikasi data secara traditional, tetapi untuk keperluan khusus, seperti untuk aplikasi Artificial Intelegen, system pakar, pengolahan dll.

       Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC
  Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
 Tingkatan arsitektur basis data,yaitu :
Level-level data dideskripsikan dibawah ini

1. Level External
User lanjut dan programmer aplikasi
Menampilkan orientasi basis data kepada user sistem. Level ini temasuk subskema

2. Level Konsep
Admin basis data dan programmer aplikasi
Menampilkan semua basis data. Level ini termasuk skema

3. Level Internal
Admin basis data dan programmer sistem
Menampilkan hubungan antara satu kesatuan basis data. Level ini termasuk Link

4. Level Organisasi Fisik Programmer sistem
Menampilkan layout data fisik pada media penyimpan sekunder. Level ini termasuk Organisasi data

Arsitektur basis data
·  1. Arsitektur Basis Data Tujuan : Mengenal arsitektur basis data secara umum
·2. Data Base Management System(DBMS)l Kumpulan relasi datal Kumpulan program untuk mengakses datal DBMS berisi informasi bagian-bagian perusahaanl DBMS menyediakan lingkungan yang tepat dan efisien untuk digunakan.l Aplikasi Database : l Perbankan : semua transaksi l Penerbangan : resevasi, jadwal l Universitas: pendaftaran, pelulusan l Penjualan : pelanggan, produk, penyimpanan l Manufactur : produksi, inventori, order, jaring pemasok l SDM : rekord karyawan, gaji, pemotongan pajakl Database menyentuh semua aspek kehidupan
·3. Pentingnya Sistem Basis Datal Pada waktu yang lalu aplikasi database dibangun diatas sistem filel Kekurangan penggunaan sistem file sebagai penyimpan data: l Redundansi / kerangkapan data dan inconsistency l Format file yang tidak seragam, kerangkapan data di file-file yang berbeda l Sulit dalam mengakses data l Perlu program baru untuk mengakses data baru l Pengisolasian data — banyak file dengan format yang berbeda l Masalah integritas (keterpaduan) l Pengendalian terpadu (mis. saldo > 0) menjadi bagian dari program l Sulit untuk menambah elemen pengendali atau mengubah yang sudah ada
·4. Pentingnya Sistem Basis Datal Kekurangan sistem file l Pengubahan atomik l Kesalahan mungkin mengakibatkan database dalam kedaan yang tidak konsisten dengan data yang baru yang dihasilkan l Mis. Pengiriman uang dari satu rekening ke rekening yang lain harus terjadi secara lengkap atau tidak sama sekali l Akses secara bersamaan oleh banyak user l Akses secara bersama untuk meningkatkan kinerja l Akses bersama akan mengakibatkan ketidak konsistenan § Mis. Dua orang membaca dan megubah data saldo pada saat yang samal Masalah keamananl Sistem Database mampu mengatasi masalah tersebut diatas
·5. Arsitektur 3 Lapis :l Lapis Internal, berkenaan dengan penyimpanan secara fisik.l Lapis Konseptual, menjelaskan simpanan data dalam database, dan relasi antar data. type pelanggan = record nama : string; jalan : string; kota : string; end;l Lapis Eksternal, lapis yang berkenaan dengan apa yang kelihatan bagi para pemakai akhir (end users).
·6. Cara Pandang Data (ArsitekturBasis Data)
·7. Model Datal Sekumpulan alat untuk mendefinisikan l data l Relasi datal Model Relasi Entitasl Model Hubunganl Model yang lain :l object-oriented model l semi-structured data models l Older models: network model and hierarchical model

BAHASA BASIS DATA

Sebuah bahasa basis data (database languange) biasanya
dapat dipilah ke dalam 2 bentuk, yaitu :
• Data Definition Language (DDL), dan
• Data Manipulation Languange (DML).

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru, membuat indexs, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dll. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary)
           Kamus Data merupakan suatu metadata (superdata) yaitu data yang mendeskripsikan data sesuangguhnya. Kamus Data ini selalu diakses dalam suatu operasi basis data sebelum file data yang sesungguhnya diakses.
DATA MANIPULATION LANGUANGE (DML)
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat berupa :
             Penyisipan/penambahan data baru, penghapusan data dan pengubahan data. DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data.
Jenis DML, yaitu :
Prosedural, yang mensyaratkan agar pemakai menentukan, data apa yang diinginkan sertabagaimana cara mendapatkannya.
Contoh: dBaseIII, FoxBase
           Non-Prosedural, yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan
tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
Contoh : SQL
                                    Dalam Pembahasan Komponen Basis Data , kita mengenal DBMS ( Database Management System ) . Sistem ini hanya mengenal bahasa Basis Data , dimana Bahasa Basis Data merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan. Contoh dari Bahasa Basis Data , miisalnya SQL, dBase, QUEL dsb.

Bahasa Basis Data dipilah ke dalam 2 bentuk yaitu ,

1. Data Definition Language (DDL)

Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel dsb.

2. Data Manipulation Language (DML).

Berguna untuk melakukan manipulasi dan pegambilan data pada suatu basis data.
Berupa:
- penyisipan/penambahan data baru (insert)
- penghapusan data (delete)
- pengubahan data (update)

Jenis Data Manipulation Language :

1. Prosedural : mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.

2. Nonprosedural : pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Sebuah DBMS ( Database Management System ) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) sebagai berikut :

1. File Manager untuk mengelola alokasi ruang dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.

2. Database Manager untuk menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.

3. Query Processor sebagai penerjemahkan perintah-perintah query language ke perintah low-level yang dimengerti oleh database manager. Juga membuat query yang dibuat oleh user menjadi lebih efektif.

4. DML Precompiler berfungsi mengkonversi perintah DML dan berinteraksi dengan query processor.

5. DDL Compiler untuk mengkonversi perintah-perintah DDL ke sekumpulan tabel yang mengandung metadata (data yang mendeskripsikan data sesungguhnya).



Semoga Bermanfaat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar